Jakarta, 04 Juni 2022
"Ku duduk di meja piket yang bermotif kayu bentuk leter L, sambil memandangi tulisan hasil karya seorang Guru KWU Madrasah YAPIS Al-Oesmaniyyah. Rasa capai seketika terobati atas terbacanya tulisan Visi, Misi, Tata Tertib dan Doa Pagi yang tergores di kanvas panel plastik hasil karya asli anak negeri.
Bagaikan tersadar dari mimpi. Mimpi yang lama sekali tanpa henti dan tanpa memejamkan mata serta hati nurani. Mimpi anak pinggiran negeri yang berharap mendapatkan tempat yang layak hanya untuk sekedar berbagi kesempatan mengaji.
Iya, mengaji kedalaman Ilmu Ilahi...yang tanpa disadari lebih dari satu dasawarsa sejajar dengan mimpi anak-anak pinggir negeri ini.
Ya Allah, maafkan hamba ini yang tak tau diri...terlalu sering hamba ini mengabaikan kewajiban diri...Tanpa sadar hamba lebih mementingkan diri daripada kewajiban diri..... Ya Allah tak pantas kalau sekarang hamba baru tahu diri atas segala kemudahanMu untuk madrasah ini...
Kemudahan atas segala masalah yang ternyata, cara Engkau mendewasakan diri ini. Kebodohan terkadang menutupi kebenaran dan pengakuan diri...Ya Allah terima kasih atas kebaikanMu dan kesempatan yang diberikan kepada hamba ini untuk dapat melihat bagunan madrasah ini..Bangunan yang sepuluh tahun lalu dianggap mimpi bahkan sebagian dari kami sudah mulai frustasi.
Kini Bagunan megah sudah mulai hamba nikmati....terima kasih Ya Allah ..... Dzat Yang Maha Kaya Lagi Pengasih"
Tahun 2009, bangunan Madrasah Aliyah YAPIS Al-Oesmaniyyah yang sudah terlambat masa kadaluwarsanya, mulai dipugar. Pro dan Kontra sering terjadi dalam diskusi dari berbagai pihak yang masih mempunyai peduli atas keberlanjutan pendidikan di Madrasah yang di bawah naungan Yayasan Pesantren Islam PTDI Jakarta Utara.
Banyak pihak yang memberikan analisis berdasarkan data dan keahlihannya. Bahwa pembangunan madrasah ini akan terhenti di tengah jalan, untuk kata pengganti akan kegagalan pembangunan madrasah ini. Memang analisa berbagai pihak ini berdasar fakta bahwa Madrasah ini (untuk mewakili Yayasan), tidak cukup dana, bahkan lebih sadis lagi tidak punya dana untuk membangun bangunan berlantai empat lengkap dengan finising yang lumayan megah.
Sering kali ejekan yang diterima dibanding pujian yang didapat. Namun usaha Yayasan Pesantren Islam Al-Oesmaniyyah PTDI selalu berusaha menghimpun seluruh asa dari jama'ah yang masih sehati untuk bahu membahu mewujudkan tempat yang layak bagi siswa untuk menuntut ilmu.
Kesungguhan dan do'a terus diantarkan ke Singgasana Ilahi Rabbi. Bagaikan rayap, sedikit-sedikit rumah rayap yang eksotis dan mempunyai kekuatan yang begitu hebat terbagun oleh mulut kecil si rayap. Kini bagunan mewah sudah berdiri, tinggal memaksimalkan fungsi dan dampaknya untuk proses pembelajaran.
Mudah-mudahan dengan wajah baru Madrasah, seluruh warga Madrasah mendapat energi kembali, tidak hanya bangga dengan wajah baru, namun semangat baru tentu untuk menuju Madrasah Unggul dari segala sisi. Unggul dari sisi bangunan, unggul dari sisi mutu dan kualitas pendidikan dan yang tidak kalah pentingnya unggul dari bangunan spiritual seluruh warganya. Sukses, mudah-mudahan Allah selalu memberikan kemudahan dan hal yang terbaik untuk proses perkembangan Madrasah Pinggiran Teluk Jakarta ini. Amien (Humas MA YAPIS Al-Oesmaniyyah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar