
Jakarta, 19 September 2024
Madrasah Aliyah YAPIS Al-Oesmaniyyah mengadakan pembelajaran di luar kelas, atau sering disebut dengan outing class. Outing class adalah kegiatan pembelajaran di luar kelas yang dilakukan oleh siswa. Kegiatan ini mempunyai beberapa tujuan diantaranya, menambah pengetahuan siswa, menumbuhkan kreativitas siswa, memberikan keahlian dasar tertentu, membantu siswa mengenal lingkungan baru, membantu siswa berinteraksi dengan orang-orang baru, memberikan pengalaman baru di luar lingkungan sekolah.
Outing class merupakan media pembelajaran yang efektif dan efisien karena tidak hanya didasarkan pada teori, tetapi juga pembuktian di lapangan. Outing class biasanya tidak bersifat wajib dan tidak memberatkan siswa atau orang tua siswa, namun demikian desain pembelajaran outing class memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan, pemikiran dan perilaku peserta didik.
Pembelajaran Outing Class dimaksudkan agar siswa tidak jenuh dalam pembelajaran karena biasanya
mereka belajar di dalam kelas akan tetapi, sekarang pembelajaran bisa dilakukan di luar kelas. (Adelia Vera,
2012) menyatakan bahwa dalam belajar di luar kelas lebih menuntut siswa memahami materi atau kenyataan
sebenarnya yang terjadi. Siswa bisa langsung bersentuhan dengan benda yang akan mereka pelajari yang
ada di lingkungan tempat mereka belajar dan mereka juga bisa melihat bagaimana keadaan lingkungan
sekitar sehingga mampu menimbulkan sikap peduli terhadap lingkungan dan adanya rasa ingin tahu yang
tinggi terhadap benda yang mereka lihat.
Pembelajaran outing class setelah dirumuskan sebagai rencana
pelaksanaannya dalam RPP, maka tahapan yang tidak kalah pentingnya adalah proses pelaksanaan sebagai
implikasi dari perencanaan tersebut. Pembelajaran outing class dalam mata pelajaran agama oleh masing masing sekolah tentunya memiliki ciri khas tersendiri baik dari tahapan perencanaan hingga aplikasinya
(Aditya Darma, 2018). Madrasah Aliyah YAPIS Al-Oesmaniyyah menggunakan metode outing class pada pembelajaran kelompok Pendidikan Agama dan Sejarah, yang meliputi Al-Qur'an Hadist, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, Aqidah Akhlaq, Bahasa Arab dan Sejarah. Outing Class diharapkan membuat siswa itu merasa senang.
Belajar dan memaknai suatu pembelajaran karena pada tahap
operasional konkret anak dapat menalar secara logis mengenai kejadian sebenarnya dan menggolongkan
benda ke dalam kelompok yang berbeda-beda.
Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, diharapkan dapat membantu meningkatkan
kualitas pembelajaran siswa dalam proses pembelajaran hal ini mempengaruhi hasil belajar siswa.
Tujuan pembelajaran outing class agar anak akan mampu belajar dengan menyenangkan sehingga anak
didik akan terus termotivasi dan bersemangat untuk melakukan segala kegiatan (Husamah, 2013). Anak
akan terus menggali segala potensi dirinya untuk bisa menyelesaikan bentuk pembelajaran dalam rangkaian
kegiatan pembelajaran outing class. Manfaat outing class dapat menambah pengetahuan siswa dengan
materi yang ada di hadapan mereka langsung, merangsang kreativitas siswa, mengurangi kejenuhan siswa
dalam belajar (Dika Airf Chrismawan, 2014). Kolaborasi Tim Pembelajaran Kelompok Agama dan Sejarah Madrasa Aliyah YAPIS Al-Oesmaniyyah dengan Tim Pengkajian dan Pengamalan Agama Islam, Islamic Center Jakarta memberikan nuasa baru. Sejalan dengan manajemen berbiaya murah (Law Cost Managemen), yang terus diterapkan oleh Madrasah Pinggir Teluk Jakarta ini, pelaksanaan outing class dilakukan secara mandiri oleh peserta didik.
Secara teknis, peserta didik dibagi menjadi kelomok-kelompok kecil yang dikomandani oleh dua siswa kelas XII, yang telah diberikan surat tugas. Peserta didik langsung menuju titik lokasi dari rumah masing-masing, boleh diantar orang tua, atau menggunakan moda trasportasi Jaklingko. Madrasah memberikan surat tugas untuk Guru Pembimbing, yang terdiri dari guru mata pelajaran, wali kelas, pembina osis, dan Wakil Madrasah BIdang Kesiswaan untuk melakukan pendampingan.(Humas MA YAPIS Al-Osmaniyyah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar