Post Page Advertisement [Top]

ArtikelKurikulum

MADRASAH ALIYAH YAPIS AL-OESMANIYYAH SUKSES GELAR ASESMEN BAKAT MINAT SISWA KELAS XII TAHUN 2024

 

Jakarta, 12 November 2024

Madrasah Aliyah YAPIS Al-Oesmaniyyah sukses menggelar Asesmen Bakat Minat (ABM) kelas XII tahun 2024. Asesmen ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII yang terintergrasi oleh sistem pelaksanaan asesmen yang menjadi tanggung jawab Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah. Asesmen Bakat dan Minat (ABM) adalah alat evaluasi yang dirancang untuk membantu siswa memahami minat dan potensi mereka dalam berbagai bidang. ABM mencakup berbagai tes, pertanyaan, dan kegiatan yang membantu siswa mengidentifikasi bidang minat mereka, kekuatan mereka, dan bakat alami yang mereka miliki. Hasil ABM digunakan sebagai panduan untuk memilih jurusan yang sesuai dengan siswa. 


Asesmen Bakat dan Minat (ABM) dilaksanakan secara daring di Laboratorium Komputer Madrasah Pinggiran ini dan diikuti oleh 43 siswa kelas XII dari peminatan MIPA dan IPS.. Para peserta ABM terlihat sangat antusias dalam mengikuti rangkaian pelaksanaan asesmen tersebut.


Ketua Pelaksana, sekaligus Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulu, Bapak Basuki, S.Si,  menjelaskan bahwa Asesmen Bakat dan Minat (ABM) merupakan tes mengukur potensi seseorang yang dirancang untuk memprediksi kemampuannya pada bidang-bidang khusus serta minat seseorang berdasarkan ketertarikannya pada suatu jenis kegiatan atau pekerjaan tertentu. Beliau menambahkan, bahwa hasil ABM tersebut dapat memberikan gambaran kepada para peserta didik tentang keahlian, minat dan bakat masing-masing.

Pelaksanaan ABM berjalan dengan lancar, walaupun adanya keterbatasan perangkat Laboratorium Komputer. Perlu menjadi informasi tambahan bahwa sementara pemugaran kompleks pendidikan Yayasan Pesantren Islam (YAPIS) Al-Oesmaniyyah masih berjalan, termasuk pemugaran Laboratorium Komputer, maka pelaksanaan hal-hal yang terkait dengan asesmen CBT (Computer Based Test), dialihkan di ruang guru yang disulap menjadi Laboratorium komputer sementara.

Seperti yang disampaikan oleh Ibu Sondang Nauli, sebagai Proktor sekaligus Ketua Tim Teknis. "Betul, selama pelaksanaan pembangunan total gedung pendidikan yang dilaksanakan yayasan, pelaksanaan CBT dialihkan di ruang guru, sehingga pelaksanaan secara teknis memerlukan penyesuaian di berbagai elemen, khusunya di perangkat komputernya", jelasnya. Namun demikian, tegas gadis blasteran Jawa Batak ini, tidak mengurangi esensi dari ABM. Seluruh peserta dapat terlayani dengan baik, walaupun harus disesuaikan dengan kapasistas ruangan, sehingga pelaksanaan ABM dibuat menjadi tiga sesi. (Humas MA YAPIS Al-Oesmaniyyah)

1 komentar:

Bottom Ad [Post Page]